Mengapa Haji Badri Perlu Bertarung?


Power tend to corrupt, and absolut power absolutely corrupt…
(Kekuasaan cenderung korup. Dan kekuasaan absolut sudah pasti korup)
Pernyataan dari Lord Acton

Dalil ini nyaris klise. Seperti tanak nasi kemarin sore, sudah basi. Sudah begitu jengah kita dengan peragaan kuasa yang rakus. Mengeruk uang dan rezeki banyak orang. Fakta-fakta tentang itu nyaris telanjang dalam momen politik bernama Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah).
Tanpa malu-malu para penguasa menghamburkan uang APBD untuk membiaya program-program sosialisasi, kampanye dan pemenangan.

Secara licik, mereka memanfaatkan program-program kerja pemerintah untuk mendompleng kemenangan mereka dalam Pilkada. Lalu, pelan tapi pasti, kekuasaan itu bergulir dari Bapak ke Anak, dari Suami ke Isteri.

Tetapi satu hal yang sangat menyedihkan, semua praktek gila kuasa itu begitu mudah terjadi. Seolah berjalan tanpa hambatan. Kekuasaan yang mestinya menjadi milik rakyat, begitu mudah dicuri. Rakyat seolah tertidur…

Padahal di sinilah titik lemah paling utama. Logika politik demokratis menyatakan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat, dan itu harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas. Kita sangat berdosa jika hanya diam, ketika kedaulatan rakyat ini dirampok oleh tangan-tangan kotor. Ini yang disebut dengan Sin of Omission (dosa karena membiarkan, atau dosa karena ketidakpedulian).

Maka tak perlu lagi menunggu waktu. Haji Ahmad Subadri siap untuk mengembalikan format kekuasaan di daerah Kabupaten Tangerang pada posisi yang terbaik. Bukan berada di tangan mereka yang menghamburkan uang kas daerah untuk membiayai program-program politik pribadi. Mohon doa dan restu.

Sumber Berita : Ahmad Subadri 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More